Biru

Lewat tengah malam
Bunda alam menyanyikan lagu rindu dengan suara paling sunyi.
Ayam-ayam tak kunjung mengiringi.
Angin kepada daun-daun berbagi irama saling mengisi.
Terus mengayun dipandu detak-detik jam dinding yang berbunyi.
Perlahan Jiwaku terusik, hatiku berbisik, pikiranku meringkik, lalu rinduku terik.

Leave a comment