Kita, setuju.

Ini yang kita rasa, ini cinta. Bukan sekedar basa basi me lepas hasrat, bukan sekedar menuruti syahwat. Ini, cinta. Ini yang kita rasa. Kita berdua setuju padanya. Setuju pada rasa yang membuat nafas berderu berseru menggebu mengikuti irama tubuh yang menari syahdu. Setuju pada malam yang dingin merayu agar tubuh terpisah pada kain-kain. Setuju pada rasa yang Membuat kita bergejolak melahap dosa. Ini tidak sia-sia. Ini, cinta. Ini yang kita rasa.

Setengah mati

Sepagi ini aku menunggumu tanpa mendengkur.
Resah nafasku tak teratur.
Mencoba meredam otak dan hatiku yang tak akur.
Aku resah.
Mengadu pada jalan yang basah. Menanti kehadiranmu yang ntahlah.
Kekasih, irama hati ini tak menentu menunggu mu berjam jam yang lalu. Kabari aku.
Disini aku hampir mati, merindu.

Dadada lalila dada dada

“Dududuuduu.. Didaaduu.. Lalala.. Lalu lalila.. Dadadaa.. Didaduu.. Dada.. Dada..”

Kalimat yang selalu ku suratkan pada awan, malam dan Rembulan. sampai malaikat untuk mencatatnya pun harus bertanya kepada Tuhan, “apa maksud si fulan?”.
Namun kau dengan lantang mengeluh. Bahwa sajak-sajak itu mengusik kesepianmu yang angkuh.
Kau geram karena syair-syair itu mengganggu ketentramanmu yang suram.
Selamat berjuang menjadi tua, dengan cinta yang kau buat luka.
Bercerita pada anak cucu mu yang tak ada.

-skysitorus-

Biru

Lewat tengah malam
Bunda alam menyanyikan lagu rindu dengan suara paling sunyi.
Ayam-ayam tak kunjung mengiringi.
Angin kepada daun-daun berbagi irama saling mengisi.
Terus mengayun dipandu detak-detik jam dinding yang berbunyi.
Perlahan Jiwaku terusik, hatiku berbisik, pikiranku meringkik, lalu rinduku terik.

Memang tiada duanya

Kisah cinta memang tiada duanya
Tertawa, menangis, tertawa, menangis, menangis, menangis.
Tak ada emosi datar disetap kisahnya.
Panjang, pendek sama saja.
Tertawa lalu luka, luka lalu tertawa.
Mendekat, menjauh, mendekat, menjauh.
Pengulangan kalimat, pengulangan tindakan, pengulangan rasa, walau dengan orang yang berbeda.
Tapi manusia tak ada bosannya.
Terus mencari bahagia baru untuk menutup luka lama dan membangun luka baru, bahkan dengan rasa lebih pilu.
Terus begitu sampai air membelah batu.
Kisah cinta memang tiada duanya.
Kita bisa terpesona bahkan dengan segala kekurangannya.
Memuji, memuja tiada dua.
Lalu mencaci, mencerca tanpa sedikit pun ingat pesona.
Kisah cinta memang tiada duanya.
Canda, luka, tawa, duka semua ada, memang tiada duanya.

Selepas Ashar

Senja membawaku pada lamunan sendu, sembilu menusuk kalbu.
Senja menggiring cahaya lalu tiada.
Senja ini membuat ku kembali pada sepi yang kuciptakan sendiri.
Sepi yang begitu menusuk hati.
Membuat kaki ku yang kokoh tak bisa berdiri.
Senja ini Perlahan membuatku mati dalam rasaku sendiri.

Dialog Dini Hari

20 Juni 2013
Kemana?| pergi.| jangan.| kenapa,!?| aku tak bisa sendiri.| dari tadi kau sendiri.| tapi kita bercanda.| iya dalam hati.| aku ingin kau tetap disini.| aku akan tetap disini, karena aku memang disini. Aku selalu disini saat kau diam lalu mulai berimajinasi.| kau satu-satunya temanku.| bukan, aku adalah satu-satunya dirimu.| lalu aku?| kau?| iya, aku apa bagi diriku?.| kau adalah kesepianmu sendiri.| lalu.?| jangan mengeluh, kau pencipta sepimu sendiri. Aku adalah keramaian yg kau ciptakan. Sedang kau tetap sebuah sepi bagi dirimu sendiri.| aku sedih.| bersedihlah, karena itu satu-satunya teman kesepian.| aku rindu.| merindulah, karena itu akibat dari yang kau ciptakan.| lalu aku harus apa?| diam, nikmati cintamu sendiri.| ……….| kenapa diam!?| aku belum mengerti cintaku sendiri.| cinta yg kau ciptakan untuk membahagiakan dirimu sendiri. Cinta yg kau cari untuk melengkapi pencapaianmu sendiri.| akuu…| ya, cinta yg bila kau dapatkan akan membuatmu bahagia setengah mati.| lalu.!?| cobalah mencinta dengan membahagiakan orang lain.| caranya?.| tepikan egomu, lupakan masalalu, buka hati bagi ia yg mengharapkanmu.| tidak bisa.| maka kau harus bahagia dengan sepimu sediri.| sanggup.| baiklah, apa pun kau, itu tetaplah aku.| jaga diri.| baiklah aku pergi, lain kali jika berimajinasi bawa cerita yang lebih baik.| semoga.| sampai jumpa.| tapi…| apa.?| ah sudahlah, pergilah.| ………..

٢٠١٣٠٦٢٠-٠٣٣٤١٤.jpg

23 Juni 2013
Hai.| ada apa?| tidak.| cerita apa hari ini?| biasa.| tentang rindu?| ……….| seperti apa?| sama.| lalu.?| semua sama, rindu, pilu, menunggu. Hanya saja malam ini purnama.| lalu kau duduk menatapnya begitu lama?| tentu.| seperti biasa.| kebiasaan yg tak bisa kutinggalkan.| gila.!| kau.| ya, aku yang gila. Saat kau begitu aku selalu ada.| terimakasih.| untuk apa?| kehadiranmu.| kau yang menghadirkanku.| untuk menghidupkanku.| itu maumu. Aku ciptaanmu.| kau menciptakan cerita dalam hidupku. bagaimana ia hari ini?| indah, sama seperti sebelumnya.| selalu.| apa ia memang selalu begitu?| selalu.| kau yg menciptakannya begitu.| bukan aku, Tuhan.| kenapa kau selalu mempertemukanku.?| dengan begitu aku bisa bertemu dengannya.| lalu kenapa kau buat aku selalu diam.?| karena aku hanya sanggup menatapnya.| aku pun begitu. Kita gila.| kau.| kau.| aku.| ya, aku.| hahahaahahaa.| pergilah, aku lelah. Kita bertemu dalam takdir Tuhan di lelapku nanti.| selalu.| pergilah.|………

1 Juli 2013
Pagi.| ada apa memanggilku sepagi ini.| aku butuh teman.| teman?| bukan, aku.| apa kisah ku kali ini?| sama| rindu?| selalu.| mulai kisah darimana?| duduk dibawah sebuah pohon rindang, dengan sebuah gitar yg tak lagi mengkilap, sedikit berdebu sambil menyanyikan sebuah lagu.| baiklah.| (waktu).| bagaimana? Kisahku indah?| tentu.| kau hebat.| kau yang ciptakan.| tapi kau yang menjalankan, ceritakan.| aku bernyanyi disuatu senja. Memetik gitar yg kubawa. Pelan, nada-nada itu membuatku larut dalam suasana. Lirik lagu sederhana, seperti membawaku bepergian dengan kereta kencana bersama seorang gadis yg kupuja. Angin berhembus perlahan, aku melihat ranting mengayun, daun-daun jatuh beriringan, Sambil terus lagu itu kunyanyikan. Tak sadar burung-burung disekitar bersiul bersahutan, bahkan awan beriringan sambil bergandeng tangan. Mereka terus berjalan, mengantar mentari menjemput Rembulan. Aku sampai pada bagian akhir lagu yg kunyanyikan. Malam, cahayanya remang, Sepi, dan tenang. Aku pergi membawa bahagiaku malam ini.| indah.| aku adalah cerita yg kau ciptakan.| nanti kita bertemu lagi, aku ada janji.| pada siapa.| pada televisi untuk melihat pertandingan pagi ini.| baiklah, aku pergi.| pagi, sperti biasa kita bertemu dalam takdir Tuhan di lelapku nanti.|………….

02 agustus 2013
Pagi.| ada apa? Lama tak berkunjung.| aku sibuk.| dengan?| ahhh tak perlu, harusnya kau tau. Kau adalah pikiranku.| lalu sekarang kau mau cerita apa? Rindu? Pilu? Rasa cinta yang haru? Melulu kau begitu. Sedih, sendu, sendiri menepi di kamar. Sepi, perasaanmu, gundah rasa hatimu, lalu kau panggil aku.| kau adalah satu-satunya aku.| iya, aku tau. Tapi aku yang selalu kau korbankan, bertandang kesana-kemari menjalani kisahmu sendiri. Selalu berakhir pilu. Tak ada kisah baru yang lebih membahagiakan buatku?. cintamu hantu.!| aku datang bukan untuk kau marahi.| tidak.! Bukan aku, Kau yang marah pada dirimu sendiri.| aku ingin mengadu.| tentuu.. Kau kembali ingin mengirimku untuk memandangi gadismu yang tak bisa kau hampiri itu kan?. Cintamu hantu.!| tapi dia cintamu juga.| iya, tapi aku muak, walau aku cinta. Aku hanya ingin bebas, lepas dari belenggu kasih sayang yang tak dihiraukan.|